Krisis energi meluas, negara-negara Asia ramai terapkan WFH & pembatasan BBM
Penutupan Selat Hormuz yang berlangsung sejak Sabtu (28/2) telah mengganggu pasokan energi global dan memicu lonjakan harga minyak dunia. Meningkatnya tensi di Iran dan negara sekitar bahkan sempat mengerek harga minyak mentah Brent di atas USD 110 ribu barel.
Selat Hormuz menjadi jalur nadi distribusi 20 persen minyak harian global. Penutupan selat tersebut membuat sejumlah negara di Asia mulai mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi krisis energi, mulai dari menaikkan harga BBM dan melakukan pembatasan konsumsi hingga menerapkan kerja dari rumah (work from home/WFH).
Situasi yang tak pasti ini bahkan membuat Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengumumkan status darurat energi karena menipisnya stok gas untuk listrik mereka. Tak hanya di Asia, negara lain seperti Australia hingga Inggris juga dibuat pusing atas perang Israel-AS terhadap Irn. Berikut negara-negara yang melakukan mitigasi krisis energi.
Filipina
Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., telah menetapkan status darurat energi nasional pada Selasa (24/3). Sejak pengumuman tersebut pemerintah melakukan penghentian operasional pesawat, mengalihkan produksi listrik dari gas ke batu bara, dan berniat melakukan impor minyak dari Rusia.
Filipina berencana mengimpor lebih banyak batu bara dari Indonesia untuk menggantikan gas di pembangkit listrik mereka. Tahun lalu, Filipina tercatat mengimpor sekitar 38 juta ton batu bara dari Indonesia.
Myanmar
Kementerian Energi Myanmar melalui pernyataan resminya, menyatakan adanya memberlakukan sistem barcode dan QR untuk pembelian BBM. Mengutip Bloomberg, Selasa (24/3), sistem barcode dan kode QR ini akan menentukan jumlah BBM yang bisa dibeli masyarakat. Kementerian Energi setempat dalam pernyataan resminya menyampaikan program ini akan mulai berlaku secara nasional pekan depan.
Singapura
Mengutip dari CNA, Pemerintah Singapura mengumumkan adanya kemungkinan kenaikan tarif listrik hingga 11 persen dalam beberapa bulan mendatang. Karena itu, pemerintah setempat mendorong rumah tangga dan pelaku usaha untuk menghemat energi. Namun, pemerintah juga memberi dukungan anggaran bagi rumah tangga yang memenuhi syarat akan menerima insentif sebesar 1,5 kali lipat dari insentif reguler.
Malaysia
Dilaporkan The Star, Malaysia sedang mengkaji penerapan WFH untuk sektor publik. Pemerintah setempat juga meningkatkan subsidi BBM, terutama untuk RON 95 dan diesel untuk menghindari lonjakan harga. Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyebut subsidi BBM melonjak dari RM700 juta menjadi RM3,2 miliar hanya dalam waktu singkat.
Sementara Harga bensin RON97 tercatat naik sekitar 70 sen menjadi 4,55 ringgit per liter, sementara harga diesel di Semenanjung Malaysia melonjak sekitar 80 sen hingga mencapai 4,72 ringgit per liter, menjadi salah satu level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Malaysia juga mulai mencari sumber energi alternatif. Wakil Perdana Menteri Malaysia Fadillah Yusof mengatakan perusahaan energi nasional Petroliam Nasional Berhad (Petronas) telah menyiapkan rencana darurat guna menjaga stabilitas pasokan energi. Australia dan negara-negara Asia-Pasifik menjadi opsi alternatif jika distribusi dari kawasan konflik terganggu.
Thailand
Walau sempat mengumumkan pembatasan harga atas untuk BBM, kini pemerintah Thailand membiarkan harga energi dalam negeri bergerak sesuai dengan mekanisme pasar. Mengutip The Star, Menteri Keuangan Ekniti Nitithanprapas pemerintah mungkin mempertimbangkan untuk menurunkan pajak konsumsi bahan bakar.
Otoritas Thailand juga menyatakan, pegawai pemerintah diminta beralih ke kerja jarak jauh atau work from anywhere (WFA) jika memungkinkan, serta mengatur suhu pendingin ruangan di kantor pemerintah pada 26 derajat Celsius guna menghemat energi.
Vietnam
Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinch mengeluarkan arahan untuk mendorong penggunaan bahan bakar nabati E10. Serta, beralih sepenuhnya ke bensin campuran etanol lebih awal dari yang direncanakan, yaitu April 2026. Peralihan ke energi terbarukan ditarget mengurangi konsumsi bensin fosil sebesar 10 persen.
Pemerintah Vietnam juga mendorong perusahaan untuk mengizinkan karyawan bekerja dari rumah jika memungkinkan untuk menekan permintaan bahan bakar. Selain itu, warga diimbau untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum, bersepeda, atau berbagi kendaraan (carpooling).
Kamboja
Kamboja telah meningkatkan impor bahan bakar dari Singapura dan Malaysia untuk mengatasi kekurangan pasokan. Menteri Pertambangan dan Energi Kamboja, Keo Rottanak, mengatakan pada bahwa sekitar sepertiga stasiun bahan bakar di negara tersebut telah ditutup.
Pemerintah memastikan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sudah diputuskan dan tinggal menunggu pengumuman resmi dalam waktu dekat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, keputusan tersebut bukan akan diumumkan olehnya, melainkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian.


0 Response to "Krisis energi meluas, negara-negara Asia ramai terapkan WFH & pembatasan BBM"
Posting Komentar