Pasang Iklan Gratis

Mengapa serapan lulusan SMK di dunia kerja masih rendah? Pakar pendidikan ingatkan hal ini

 Perubahan lanskap dunia kerja membuat pendidikan vokasi, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), kembali berada di bawah sorotan.

Di banyak daerah, sejumlah jurusan SMK masih menjadi favorit calon peserta didik, meski realitas penyerapan lulusan di pasar kerja menunjukkan kondisi yang tidak seragam dan dipengaruhi beragam faktor.

Dilansir dari Kompas.com (5/12/2025), Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison, mengungkapkan tingginya jumlah lulusan SMK yang belum terserap kerja menjadi alarm perlunya percepatan transformasi vokasi.

Ia mencatat, sekitar 1,63 juta lulusan SMK hingga kini belum memperoleh pekerjaan.

Kondisi serapan lulusan SMK di dunia kerja yang masih rendah tersebut memunculkan urgensi untuk meninjau kembali keterkaitan antara pilihan jurusan, kompetensi yang dihasilkan, dan kebutuhan nyata pasar tenaga kerja.

Pendekatan yang lebih komprehensif diharapkan mampu mendorong penyelarasan pendidikan SMK dengan dinamika industri serta karakteristik sosial-ekonomi daerah.

Pengamat pendidikan dari Perguruan Taman Siswa, Darmaningtyas menilai rendahnya serapan lulusan SMK di dunia kerja tidak bisa serta-merta disimpulkan sebagai akibat ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri.

Menurutnya, persoalan tersebut masih menyisakan ruang perdebatan karena berkaitan dengan struktur pasar kerja yang terbatas dibandingkan jumlah lulusan yang dihasilkan setiap tahun.

Ia menjelaskan, sering kali narasi yang berkembang menyebut lulusan SMK tidak terserap karena keterampilannya tidak sesuai kebutuhan industri.

Namun, asumsi itu belum tentu sepenuhnya benar.

“Bisa saja persoalannya bukan pada kompetensi, melainkan karena jumlah lulusan SMK jauh lebih banyak dibandingkan dengan lapangan kerja yang tersedia. Jadi belum tentu karena kompetensinya tidak sesuai,” ujarnya.

Darmaningtyas menekankan, tanpa pemetaan yang jelas antara supply dan demand tenaga kerja, kebijakan pendidikan vokasi berisiko salah sasaran.

Dalam konteks ini, evaluasi terhadap jurusan-jurusan SMK yang tetap diminati meski tingkat serapan kerjanya terbatas perlu dilakukan secara menyeluruh dan berimbang.

Penelaahan tersebut tidak semata-mata menitikberatkan pada kurikulum atau kualitas lulusan, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan industri, kondisi daerah, serta ketersediaan lapangan kerja.


0 Response to "Mengapa serapan lulusan SMK di dunia kerja masih rendah? Pakar pendidikan ingatkan hal ini"

Posting Komentar